Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 19 March 2010
Bank Dunia telah mengalokasikan dana sebesar 19,3 juta euro bagi sebuah Proyek Peningkatan Produktivitas Pertanian yang memungkinkan para petani Kenya untuk memanfaatkan input pertanian dan teknologi tepat guna. Hibah tersebut didanai dari European Union Food Crisis Rapid Response Facility dibawah Global Food Crisis Response Program (GFRP) yang dikelola oleh Bank Dunia.
“Ini adalah sebuah fasilitas penting yang akan memungkinkan para petani Kenya untuk terus meningkatkan hasil mereka dengan mengadopsi teknik-teknik pertanian modern,” ujar Johannes Zutt, Country Director untuk Kenya. Materi penanaman untuk tanaman "orphan" atau tradisional seperti singkong, millet, dan sorghum akan diberikan kepada lebih dari 500.000 petani kecil di samping kredit dan sistem dukungan terkait.
Lihat http://allafrica.com/stories/201003160921.html untuk artikel berita aslinya.