Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

WORKSHOP LLP PRODUK BIOTEK PERTANIAN DI INDONESIA

Tanggal : 7 May 2010

Sebuah workshop mengenai Low Level Presence (LLP) of Agricultural Biotechnology Products diselenggarakan pada tanggal 27 dan 28 April 2010 di Bogor dan Jakarta guna membahas kebijakan dan keputusan peraturan LLP dalam situasi LLP. LLP adalah pencampuran dengan tidak disengaja atau secara sengaja komoditas biji-bijian dengan sedikit, varietas (transgenik) biji lain dengan kuantitas yang tidak signifikan. Hal ini telah menjadi perhatian penting dikarenakan banyak negara belum mengadaptasikan proses-proses ini untuk mengatasi potensi LLP dalam impor materi RG mereka yang sudah resmi dan sedang diproduksi di negara lain, tetapi belum disetujui (dan karenanya tidak dimaksudkan untuk ada) di negara pengimpor.

Dr Guillaume Gruere dari International Food Policy Research Institute membahas efek ekonomi dari pilihan kebijakan LLP dibawah Codex Annex, dengan catatan bahwa Codex Annex tersebut menyarankan sebuah prosedur yang sederhana bagi PRG yang disetujui oleh eksportir tetapi belum oleh importir. Ia mengatakan bahwa ada tiga faktor keputusan penting bagi penerapan efektif seperti tingkat toleransi, penundaan persetujuan, dan kepercayaan dalam sistem.


Dr Julian Adams dari University of Michigan / USAID, Dr Judy Chambers, direktur Program for Biosafety Systems (PBS), dan Mr Ibrahim Manalo dari Biotechnology Coalition of the Philippines juga memberikan presentasi dalam acara tersebut. Hal ini menjadi kesepakatan bulat dalam forum bahwa Indonesia akan memperoleh manfaat dari pengadopsian pendekatan LLP, terutama apabila Cina mulai menanam  jagung RG. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang), Departemen Pertanian bekerja sama dengan PBS.

Untuk rincian lebih lanjut mengenai forum tersebut, hubungi Dewi Suryani dari IndoBIC di catleyavanda@gmail.com