Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 2 July 2010
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Purdue telah mengungkapkan rahasia mengapa tomat dapat tetap segar lebih lama selama seminggu. Profesor Avtar Handa menemukan sejenis gen ragi yang merangsang produksi senyawa organik spermidine, yang menunda proses penuaan dan pembusukan oleh mikroba pada tomat. Handa mengatakan bahwa senyawa ini dapat ditransfer ke buah-buahan lainnya agar memperpanjang umur simpan mereka.
Rekan kerja Handa, Autar Matoo, ahli fisiologi tanaman dari Agricultural Research Service USDA, sebelumnya telah mempelajari bahwa Polyamina seperti spermidine dapat memperbaiki nutrisi dan pengolahan karakteristik tomat. Ia mengatakan bahwa “umur simpan merupakan sebuah masalah penting bagi setiap produsen di dunia, terutama di negara-negara seperti Asia Tenggara dan Afrika yang tidak dapat menyediakan penyimpanan di lingkungan yang terkendali.”
Handa dan Mattoo akan terus mempelajari Polyamina agar menemukan cara bagaimana mereka mengontrol fungsi biologis pada buah-buahan.
Kunjungi http://www.purdue.edu/newsroom/research/2010/100628HandaTomato.html