Workshop Bioteknologi ABSP II
Bali, 28 Juli 2011
Bali, 28 Juli 2011
*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA* -- Beberapa waktu lalu banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya. Sistem tata kelola air yang dilakukan oleh pemerintah dianggap gagal. Pada...
Kakao merupakan komoditas unggulan *MAMUJU, KOMPAS.com* - Sebagian besar petani tanaman Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluh, menyusul harga komoditi...
*PARIAMAN, KOMPAS.com* - Keanekaragaman hayati sejumlah wilayah pulau di Kota Pariaman, Sumatera Barat belum didata sebagai tindakan awal upaya pelestarian. Walikota Pariaman Mukhlis...
Tanggal : 27 November 2009
Jordan perlu mempercepat upayanya untuk memaksimalkan keuntungan bioteknologi. “Kita tidak perlu tetap takut untuk mencoba teknologi tersebut ditengah-tengah kerawanan pangan. Kerjasama regional merupakan suatu keharusan,” ungkap Dr. Rawashda, direktur jendral Jordanian Authority for Food and Medical Advice dalam sambutannya pada acara 4th International Conference on Genetically Modified (GM) Food yang diselenggarakan di Amman, Yordania pada 16 – 17 November 2009.
Konferensi tersebut bertindak sebagai suatu wadah bagi para peserta dari negara-negara Arab yang berbeda guna mendiskusikan tantangan dari pemanfaatan makanan RG di wilayah tersebut. “Yordania terbuka untuk pemanfaatan teknologi apapun yang aman yang akan berperan untuk perbaikan kehidupan masyarakatnya seperti tanaman biotek,” tambah Dr. Rady Altarwana, direktur Kementerian Pertanian Yordania.
Untuk rincian lebih lanjut mengenai konferensi tersebut, email Dr. Ismail Abdel Hamid dari Egypt Biotechnology Information Center di ebicvision@yahoo.com atau ismail@isaaa.org.